Perbedaan PoE Passive dan PoE Active: Jangan Sampai Salah Pilih
Perbedaan PoE Passive dan PoE Active wajib dipahami. Salah pilih PoE bisa merusak perangkat. Simak penjelasan lengkap dan cara memilihnya.
Perbedaan PoE Passive dan PoE Active: Jangan Sampai Salah Pilih
Perbedaan PoE Passive dan PoE Active sering dianggap sepele. Padahal, kesalahan memilih jenis PoE bisa menyebabkan perangkat jaringan tidak menyala, bahkan rusak permanen. Oleh karena itu, memahami perbedaan PoE Passive dan PoE Active sangat penting sebelum melakukan instalasi jaringan.
PoE atau Power over Ethernet memungkinkan perangkat jaringan menerima daya listrik melalui kabel LAN. Namun, tidak semua PoE bekerja dengan cara yang sama.
Apa Itu PoE Passive?
PoE Passive adalah jenis PoE yang menyalurkan daya secara langsung tanpa proses negosiasi dengan perangkat.
Artinya, tegangan akan selalu keluar dari injector atau switch, biasanya sebesar 24V, 48V, atau 52V. Perangkat yang terhubung harus benar-benar mendukung PoE Passive dengan tegangan yang sesuai.
PoE Passive umumnya digunakan pada perangkat tertentu seperti radio wireless lama atau access point outdoor generasi lama.
Kelebihan PoE Passive
- Harga relatif lebih murah
- Sistem sederhana
- Cocok untuk perangkat khusus
Kekurangan PoE Passive
- Tidak memiliki standar internasional
- Berisiko merusak perangkat
- Tidak aman jika salah colok
Apa Itu PoE Active?
PoE Active adalah PoE yang mengikuti standar IEEE dan memiliki sistem negosiasi daya.
Sebelum mengalirkan listrik, switch PoE akan memeriksa apakah perangkat yang terhubung memang mendukung PoE. Jika tidak, daya tidak akan dikirimkan sehingga lebih aman.
Jenis PoE ini banyak digunakan pada access point modern, IP camera, dan IP phone.
Standar PoE Active
- 802.3af (PoE): hingga 15,4 Watt
- 802.3at (PoE+): hingga 30 Watt
- 802.3bt (PoE++): hingga 60–90 Watt
Kelebihan PoE Active
- Aman untuk perangkat non-PoE
- Standar internasional IEEE
- Cocok untuk jaringan multi-vendor
Kekurangan PoE Active
- Harga lebih mahal dibanding PoE Passive
Perbedaan PoE Passive dan PoE Active Secara Singkat
Perbedaan utama PoE Passive dan PoE Active terletak pada sistem keamanan dan negosiasi daya. PoE Passive langsung mengalirkan listrik, sedangkan PoE Active melakukan pengecekan terlebih dahulu.
PoE Active jauh lebih aman dan fleksibel, terutama untuk jaringan kantor, sekolah, dan bisnis.
Cara Menentukan Jenis PoE yang Tepat
Agar tidak salah pilih, lakukan langkah berikut:
- Periksa spesifikasi perangkat jaringan
- Jika tertulis 802.3af, 802.3at, atau 802.3bt → gunakan PoE Active
- Jika tertulis 24V atau 48V Passive → gunakan PoE Passive
Untuk jaringan modern dan rencana upgrade ke WiFi 6 atau WiFi 7, PoE Active adalah pilihan yang lebih aman.
Kesimpulan
Perbedaan PoE Passive dan PoE Active tidak hanya soal harga, tetapi juga soal keamanan dan kompatibilitas perangkat. PoE Passive cocok untuk perangkat tertentu yang memang membutuhkannya, sedangkan PoE Active lebih aman dan fleksibel untuk penggunaan jangka panjang.
Memahami perbedaan PoE Passive dan PoE Active akan membantu kamu membangun jaringan yang stabil, aman, dan siap dikembangkan.
0 Comments