5 Kesalahan Umum Baterai UPS yang Bikin Cepat Rusak (Wajib Hindari!)
Kesalahan umum baterai UPS bisa membuat umur baterai cepat turun dan UPS gagal bekerja saat listrik padam. Ini 5 kesalahan paling sering dan cara menghindarinya.
5 Kesalahan Umum Baterai UPS dan Cara Menghindarinya
Kesalahan umum baterai UPS sering terjadi tanpa disadari. Banyak orang merasa UPS selalu aman, padahal performa UPS sangat bergantung pada kondisi baterainya. Jika baterai menurun, UPS bisa gagal memberi daya cadangan saat listrik padam.
UPS sendiri adalah perangkat penting untuk melindungi server, PC kantor, dan perangkat jaringan dari gangguan listrik. Karena itu, perawatan baterai UPS tidak boleh dianggap sepele.
Berikut ini 5 kesalahan umum baterai UPS yang sering terjadi, lengkap dengan cara menghindarinya.
1. Pemasangan dan Penempatan UPS yang Tidak Tepat
Baterai UPS sangat sensitif terhadap lingkungan. Jika UPS diletakkan di tempat panas, lembap, atau penuh debu, baterai akan lebih cepat rusak.
Masalah paling sering terjadi adalah ventilasi buruk, sehingga suhu di sekitar UPS naik dan mempercepat penurunan kualitas baterai.
Cara menghindarinya:
- Letakkan UPS di ruangan bersih dan kering
- Pastikan sirkulasi udara bagus
- Jaga suhu ruangan sekitar 25°C
2. Tidak Mengganti Baterai Secara Proaktif
Baterai UPS punya usia pakai terbatas. Umumnya baterai bertahan sekitar 3 sampai 5 tahun, tergantung pemakaian dan kondisi ruangan.
Jika kamu menunda penggantian, UPS bisa terlihat normal tapi diam-diam kapasitasnya sudah turun. Saat listrik benar-benar padam, UPS bisa langsung mati.
Cara menghindarinya:
- Catat usia baterai UPS sejak pertama dipasang
- Ganti baterai sebelum kapasitas turun terlalu jauh
- Lakukan penggantian sebelum performa turun di bawah 80%
3. Mengabaikan Suhu Ruangan
Suhu adalah faktor terbesar yang memengaruhi umur baterai UPS. Semakin tinggi suhu, semakin cepat reaksi kimia di dalam baterai bekerja, dan baterai makin cepat aus.
Bahkan kenaikan suhu yang terasa “sedikit” bisa berdampak besar dalam jangka panjang.
Cara menghindarinya:
- Hindari menaruh UPS dekat sumber panas
- Pastikan ruangan tidak pengap
- Stabilkan suhu ruangan, terutama di ruang server
4. Tidak Melakukan Monitoring dan Perawatan Rutin
Sebagian pengguna mengira baterai UPS tidak perlu dicek. Padahal, masalah kecil bisa muncul lebih awal, seperti baterai menggembung, konektor longgar, atau error di sistem.
Jika tidak dipantau, masalah kecil ini bisa berkembang menjadi kerusakan besar.
Cara menghindarinya:
- Lakukan pengecekan visual secara berkala
- Jalankan testing UPS sesuai jadwal
- Pastikan indikator baterai dan alarm UPS bekerja normal
5. Penyimpanan dan Penanganan Baterai yang Salah
Baterai UPS yang disimpan di tempat panas atau lembap akan mengalami penurunan kapasitas lebih cepat. Ini sering terjadi saat baterai cadangan disimpan terlalu lama tanpa perawatan.
Baterai yang tidak dipakai juga tetap butuh perhatian karena tetap mengalami proses penurunan daya.
Cara menghindarinya:
- Simpan baterai di tempat sejuk dan kering
- Isi ulang baterai setiap 3 sampai 6 bulan jika tidak digunakan
- Hindari menyimpan baterai dalam kondisi kosong terlalu lama
Kesimpulan
Kesalahan umum baterai UPS bisa membuat baterai cepat drop dan UPS tidak siap melindungi perangkat penting. Padahal UPS dibutuhkan saat kondisi darurat, terutama ketika listrik padam mendadak.
Dengan menempatkan UPS di lokasi yang tepat, menjaga suhu ruangan, mengganti baterai secara proaktif, dan rutin melakukan monitoring, kamu bisa memperpanjang umur baterai UPS serta mengurangi risiko downtime.
0 Comments