AI Makin Canggih, Bagaimana Keamanan Data Perusahaan?
17 Dec 25

AI Makin Canggih, Bagaimana Keamanan Data Perusahaan?

Perkembangan AI berlangsung sangat cepat. Namun, di balik kemudahan dan efisiensi yang ditawarkan, keamanan AI menjadi tantangan baru bagi perusahaan. Tanpa kontrol yang tepat, penggunaan AI justru dapat membuka celah kebocoran data dan serangan siber.

Oleh karena itu, organisasi perlu memahami risiko sekaligus solusi untuk mengamankan penggunaan AI di lingkungan kerja modern.

1. Ledakan Shadow AI di Lingkungan Kerja

Saat ini, banyak karyawan menggunakan layanan AI publik seperti ChatGPT, Copilot, atau Gemini tanpa sepengetahuan tim IT. Fenomena ini dikenal sebagai Shadow AI.

Akibatnya:

  • Data sensitif bisa terkirim ke pihak ketiga
  • Tidak ada audit atau kontrol penggunaan
  • Sulit membedakan AI resmi dan tidak resmi

Cisco AI Defense membantu mendeteksi seluruh penggunaan AI, membatasi akses berisiko, dan hanya mengizinkan layanan yang telah disetujui.

2. Risiko Kebocoran Data Akibat Penggunaan AI

Tanpa disadari, karyawan sering memasukkan dokumen internal, data pelanggan, atau source code ke chatbot AI. Jika tidak dikontrol, hal ini dapat menimbulkan kebocoran data serius.

Cisco mengatasi risiko ini melalui:

  • AI-aware Data Loss Prevention (DLP)
  • Pemblokiran otomatis data sensitif
  • Kontrol berbasis peran dan perangkat

Dengan begitu, data tetap aman meskipun AI digunakan secara aktif.

3. AI Membuat Serangan Siber Lebih Canggih

Saat ini, penjahat siber juga memanfaatkan AI untuk:

  • Phishing yang lebih meyakinkan
  • Malware polimorfik
  • Otomatisasi brute force
  • Deepfake suara dan video

Untuk melawan hal ini, Cisco memanfaatkan pendekatan AI vs AI, termasuk analisis perilaku pengguna dan korelasi ancaman berbasis XDR.

4. Tantangan Baru dari Model AI Internal

Banyak perusahaan mulai mengembangkan model AI internal seperti LLM on-prem, RAG, dan AI agent. Namun, hal ini juga menghadirkan risiko baru seperti prompt injection dan model hijacking.

Cisco AI Defense mampu:

  • Memonitor runtime AI
  • Mengamankan pipeline model
  • Mengisolasi workload AI
  • Mencegah akses ilegal ke model

5. Keamanan AI dan Tuntutan Regulasi

Regulasi seperti GDPR dan AI Act menuntut kontrol serta audit penggunaan AI. Tanpa governance yang baik, perusahaan dapat terkena sanksi hukum.

Cisco menyediakan:

  • Policy enforcement
  • Audit trail penggunaan AI
  • Kontrol kepatuhan data

Hal ini membantu organisasi memenuhi standar keamanan global.

6. Observability Traffic AI

Traffic AI memiliki pola unik yang sulit dipantau. Cisco menghadirkan visibilitas end-to-end melalui Secure Access dan ThousandEyes untuk mendeteksi anomali sejak dini.

7. Keunggulan Cisco Talos dalam Keamanan AI

Cisco Talos adalah salah satu tim threat intelligence terbesar di dunia. Talos telah memetakan berbagai serangan berbasis AI dan aplikasi AI berisiko tinggi, memberikan keunggulan signifikan dalam perlindungan AI perusahaan.

Kesimpulan

AI membawa peluang besar, tetapi juga risiko baru. Tanpa keamanan AI yang tepat, perusahaan rentan terhadap kebocoran data, serangan canggih, dan pelanggaran regulasi. Dengan Cisco AI Defense, organisasi dapat mengamankan penggunaan AI secara menyeluruh—mulai dari visibilitas, kontrol, hingga perlindungan model AI.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Index