Cara Menghitung Kapasitas UPS untuk Server Rack & Data Center
Memilih UPS untuk server tidak cukup hanya dengan melihat kapasitas kVA.
Dua perusahaan yang sama-sama memiliki satu server rack dapat membutuhkan kapasitas UPS yang berbeda karena konfigurasi server, storage, networking, tingkat utilisasi, kebutuhan runtime, redundancy, dan rencana ekspansinya berbeda.
Sebelum menentukan UPS untuk server atau data center, beberapa hal yang perlu diketahui adalah:
- Berapa total beban perangkat dalam Watt atau kW?
- Berapa kapasitas output UPS dalam kW dan kVA?
- Berapa lama runtime yang dibutuhkan?
- Apakah diperlukan redundancy?
- Apakah akan ada penambahan server atau perangkat?
- Bagaimana distribusi daya dari UPS menuju server rack?
Berikut panduan awal untuk menentukannya.
Identifikasi Semua Perangkat yang Akan Dilindungi UPS
Langkah pertama adalah membuat daftar seluruh perangkat yang akan mendapatkan suplai daya dari UPS.
Contohnya:
- Server
- Storage
- Network switch
- Router
- Firewall
- Perangkat security
- Perangkat pendukung lainnya di dalam rack
Jangan menghitung server saja apabila perangkat jaringan dan storage juga harus tetap aktif ketika terjadi gangguan listrik.
Untuk lingkungan dengan beberapa rack, sebaiknya lakukan pencatatan beban per rack agar perencanaan distribusi daya lebih jelas.
Hitung Total IT Load dalam Watt atau kW
Setelah semua perangkat teridentifikasi, hitung kebutuhan dayanya.
Contoh sederhana:
- Server: 1.800 W
- Storage: 800 W
- Networking: 400 W
- Perangkat lainnya: 200 W
Total beban: 3.200 W atau 3,2 kW
Angka tersebut merupakan titik awal untuk menentukan kapasitas UPS.
Namun, jangan langsung memilih UPS hanya berdasarkan hasil penjumlahan tersebut. Rating perangkat, karakteristik beban, konfigurasi aktual, dan kemampuan output UPS tetap harus diperiksa.
Jangan Samakan kW dengan kVA
Ini merupakan salah satu bagian yang sering membingungkan ketika perusahaan memilih UPS.
kW menunjukkan daya aktif yang digunakan beban, sedangkan kVA menunjukkan apparent power.
Karena itu, saat membandingkan UPS, jangan hanya melihat kapasitas seperti 3 kVA, 5 kVA, 10 kVA atau 20 kVA.
Periksa juga berapa kW output yang mampu diberikan oleh model UPS tersebut.
Dua UPS dengan rating kVA yang sama belum tentu memiliki kemampuan output kW yang sama.
Sediakan Headroom untuk Operasional dan Ekspansi
UPS sebaiknya tidak direncanakan hanya berdasarkan kebutuhan hari ini.
Perusahaan perlu mempertimbangkan kemungkinan:
- Penambahan server
- Penambahan storage
- Penambahan network equipment
- Upgrade perangkat
- Peningkatan workload
- Pertumbuhan kebutuhan data
Kapasitas UPS sebaiknya memiliki ruang yang memadai agar sistem tidak direncanakan terlalu dekat dengan kapasitas maksimumnya.
Besarnya headroom yang tepat tidak harus sama untuk setiap perusahaan. Final sizing perlu mempertimbangkan karakteristik load, rekomendasi manufacturer, kebutuhan availability, dan rencana ekspansi.
Tentukan Runtime UPS yang Dibutuhkan
Kapasitas UPS dan runtime adalah dua hal yang berbeda.
Perusahaan mungkin membutuhkan UPS untuk:
- Menjaga sistem tetap aktif sampai genset mengambil alih
- Memberikan waktu untuk shutdown server secara aman
- Mengatasi gangguan listrik singkat
- Mempertahankan sistem lebih lama sesuai kebutuhan operasional
Semakin lama runtime yang dibutuhkan, konfigurasi battery yang diperlukan juga dapat berubah.
Karena itu, pertanyaan yang tepat bukan hanya:
“Butuh UPS berapa kVA?”
Tetapi juga:
“Berapa besar load yang harus dilindungi dan berapa lama sistem harus tetap berjalan?”
Pertimbangkan Redundancy untuk Sistem Critical
Untuk aplikasi bisnis yang critical, kegagalan sistem power dapat menyebabkan downtime dan mengganggu operasional perusahaan.
Karena itu, desain UPS juga perlu mempertimbangkan tingkat availability yang dibutuhkan.
Pada lingkungan tertentu dapat digunakan desain redundancy seperti N+1, tetapi penerapannya tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan kapasitas UPS.
Keseluruhan jalur power perlu diperhatikan:
Power Source → UPS → Power Distribution → Rack PDU → IT Equipment
Redundancy sebaiknya dirancang berdasarkan tingkat criticality dan target availability sistem.
UPS dan Rack PDU Sebaiknya Direncanakan Bersama
UPS menyediakan protected power, sedangkan Rack PDU mendistribusikan daya tersebut ke perangkat di dalam server rack.
Karena itu, pemilihan UPS sebaiknya tidak dilakukan terpisah dari perencanaan Rack PDU.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Kapasitas UPS
- Jumlah rack
- Jumlah perangkat per rack
- Power input perangkat
- Jenis outlet
- Kapasitas Rack PDU
- Monitoring daya
- Redundancy power supply
- Pertumbuhan perangkat
Untuk kebutuhan data center, monitoring power juga dapat membantu perusahaan memahami penggunaan daya dan merencanakan kapasitas dengan lebih baik.
Baca juga: APC NetShelter Rack PDU untuk memahami pentingnya monitoring dan distribusi daya pada server rack dan data center.
Bagaimana Memilih UPS untuk Server?
Pemilihan UPS untuk server sebaiknya mempertimbangkan beberapa parameter sekaligus.
Load
Berapa Watt atau kW total perangkat yang harus dilindungi?
UPS Capacity
Berapa kW dan kVA output UPS?
Runtime
Berapa lama UPS harus menopang beban?
Availability
Seberapa critical server dan aplikasi yang berjalan?
Redundancy
Apakah dibutuhkan konfigurasi power yang redundant?
Scalability
Apakah akan ada penambahan server atau rack?
Power Distribution
Bagaimana daya akan didistribusikan dari UPS menuju perangkat?
Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat mengurangi risiko memilih UPS yang terlalu kecil maupun kapasitas yang tidak sesuai dengan kebutuhan.
APC UPS untuk Server dan Data Center
APC by Schneider Electric menyediakan berbagai solusi UPS untuk kebutuhan IT Infrastructure, mulai dari kebutuhan server hingga lingkungan data center.
Salah satu keluarga solusi yang banyak digunakan untuk kebutuhan server dan critical IT load adalah APC Smart-UPS, termasuk pilihan online UPS untuk kebutuhan tertentu.
Pemilihan model perlu disesuaikan dengan:
- Total load
- kW dan kVA
- Input/output power
- Runtime
- Battery configuration
- Redundancy
- Network management
- Kebutuhan ekspansi
Spesifikasi dan fitur dapat berbeda antar model. Final configuration perlu mengacu pada kebutuhan sistem dan spesifikasi resmi produk.
Informasi yang Dibutuhkan untuk Menentukan Kapasitas UPS
Jika perusahaan Anda sedang mencari UPS untuk server atau data center, siapkan informasi berikut:
- Jumlah server
Contoh: 3 unit - Jenis server
Rack server atau tower server - Total load
Jika belum mengetahui, kirimkan tipe/model perangkat. - Perangkat lainnya
Storage, switch, firewall, router, dan perangkat lainnya. - Jumlah rack
Contoh: 1–2 rack. - Runtime yang dibutuhkan
Contoh: 10, 15, atau 30 menit. - Kondisi power saat ini
Apakah tersedia genset? - Rencana ekspansi
Apakah akan ada penambahan server, storage atau perangkat lainnya?
Dengan informasi tersebut, kebutuhan UPS dapat dianalisis dengan lebih tepat.
Mencari UPS untuk Server atau Data Center?
Multipro.id – PT Multipro Jaya Prima menyediakan solusi APC by Schneider Electric untuk kebutuhan server room, server rack dan data center.
Solusi meliputi:
- APC UPS
- APC Smart-UPS
- APC NetShelter Server Rack
- APC Rack PDU
- Power Protection
- Data Center Infrastructure
Untuk kebutuhan server rack, solusi APC NetShelter Server Rack dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari perencanaan infrastruktur bersama UPS dan distribusi daya.
Tim Multipro.id dapat membantu melakukan assessment berdasarkan total load, kapasitas UPS, runtime, jumlah rack, kebutuhan redundancy, distribusi daya dan rencana ekspansi.
Untuk kebutuhan yang lebih luas, perencanaan UPS juga sebaiknya menjadi bagian dari Data Center Infrastructure secara keseluruhan, bukan hanya berdiri sendiri sebagai perangkat power protection.
BUTUH KONSULTASI KAPASITAS UPS?
Kirimkan informasi:
Jumlah Server + Model Perangkat + Jumlah Rack + Perkiraan Load + Runtime yang Dibutuhkan + Existing UPS/Genset + Rencana Ekspansi
KONSULTASI UPS
WhatsApp: +62 877-7504-1808
Email: sales@multipro.co.id
Website: Multipro.id
Multipro.id
PT Multipro Jaya Prima
Authorized Partner APC by Schneider Electric
IT Infrastructure • Data Center Infrastructure • Cyber Security • Enterprise Networking • AI Infrastructure
FAQ
Berapa kapasitas UPS yang dibutuhkan untuk server?
Kapasitas UPS tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan jumlah server. Total load dalam Watt/kW, kemampuan output UPS, runtime, redundancy dan rencana ekspansi perlu diperhitungkan.
Apakah UPS 3 kVA cukup untuk satu server rack?
Belum tentu. Satu rack dapat memiliki konfigurasi server, storage dan networking yang sangat berbeda. Total load perlu dihitung terlebih dahulu dan dibandingkan dengan kemampuan output UPS.
Apa perbedaan kW dan kVA pada UPS?
kW menunjukkan daya aktif yang digunakan oleh beban, sedangkan kVA menunjukkan apparent power. Saat menentukan UPS, keduanya perlu diperhatikan.
Berapa runtime UPS yang ideal untuk server?
Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua perusahaan. Runtime ditentukan berdasarkan tujuan penggunaan UPS, misalnya menunggu genset mengambil alih, melakukan shutdown yang aman, atau mempertahankan operasional selama periode tertentu.
Apakah UPS untuk data center perlu redundancy?
Tergantung tingkat criticality dan target availability. Sistem dengan kebutuhan availability tinggi dapat memerlukan desain redundant, tetapi desainnya perlu mempertimbangkan keseluruhan power path, bukan UPS saja.
Di mana membeli APC UPS untuk server dan data center?
Multipro.id – PT Multipro Jaya Prima menyediakan solusi APC by Schneider Electric untuk kebutuhan UPS, server rack, Rack PDU dan Data Center Infrastructure serta dapat membantu menentukan konfigurasi berdasarkan kebutuhan perusahaan.
Artikel Lainnya
Jika Anda sedang merencanakan server room, data center, atau infrastruktur IT perusahaan, beberapa artikel berikut dapat membantu memahami komponen yang saling berkaitan:
- NAS vs Enterprise Storage — Memahami perbedaan NAS dan enterprise storage serta kapan masing-masing solusi sesuai digunakan untuk kebutuhan perusahaan.
- Storage Server Solutions — Membahas pilihan storage server dan pertimbangan antara performa, kapasitas, serta kebutuhan workload perusahaan.
- Software-Defined Storage — Mengenal konsep Software-Defined Storage dan bagaimana pendekatan ini dapat digunakan dalam pengelolaan infrastruktur storage modern.
- Kesiapan Infrastruktur AI — Memahami berbagai komponen yang perlu dipersiapkan ketika perusahaan mulai mengembangkan workload AI, termasuk power, cooling, server, dan data center infrastructure.
- HPE Storage dan Dell Storage — Referensi mengenai solusi storage enterprise untuk perusahaan yang membutuhkan kapasitas, performa, dan pengelolaan data yang lebih terstruktur.
- Server untuk Virtualization Perusahaan — Panduan memilih dan melakukan sizing server berdasarkan jumlah VM, workload, CPU, memory, storage, networking, serta kebutuhan availability.
- Server untuk Perusahaan — Panduan memahami kebutuhan server perusahaan berdasarkan workload, jumlah user, aplikasi, database, virtualization, dan rencana pengembangan infrastruktur.
0 Comments