Kunjungan Multipro.id ke Dell Technologies Innovation & Manufacturing Experience 2026 di Penang, Malaysia memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung proses manufacturing serta mendapatkan insight mengenai perkembangan server, storage, data center infrastructure, hingga kebutuhan AI Infrastructure.
Jonatan, Head of Product Division Multipro.id, mengunjungi fasilitas Asia Pacific Customer Centre 2 (APCC2) Dell Technologies di Bukit Mertajam, Penang, dan merangkum lima insight yang relevan bagi perusahaan di Indonesia.
1. Manufacturing dan Quality Control yang Terstruktur
Di fasilitas APCC2, proses produksi dan quality control dilakukan melalui berbagai tahapan yang terstruktur, mulai dari Traveller Pull, Kitting, Build, Burn Racks, MCI (External Inspection), Boxing, Docs Pick, Accumulate hingga Shipping.
Fasilitas tersebut menjalankan proses dengan standar ISO dan RBA, dengan volume produksi tahunan lebih dari 1.000.000 unit.
Pengalaman melihat proses tersebut secara langsung memberikan gambaran mengenai pentingnya standardisasi, quality control dan konsistensi dalam penyediaan IT infrastructure untuk mendukung kebutuhan customer.
2. Kebutuhan Server Perusahaan Tidak Selalu Menggunakan Konfigurasi Standar
Salah satu insight yang diperoleh adalah adanya kebutuhan customer global terhadap customized server configuration.
Kebutuhan tersebut dapat mencakup Hardware Customization, Asset Services, Branding & De-branding hingga Imaging, sehingga konfigurasi perangkat dapat disesuaikan dengan standar perusahaan sebelum didistribusikan ke berbagai lokasi.
Hal ini relevan bagi perusahaan dengan banyak cabang atau operasi lintas lokasi yang membutuhkan standardisasi deployment IT.
Karena itu, pemilihan server perusahaan sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan CPU, RAM dan storage, tetapi juga workload, deployment model, standardisasi konfigurasi dan kebutuhan pengelolaan infrastructure dalam jangka panjang.
3. Storage dan Data Center Infrastructure Harus Mengikuti Workload
Infrastructure modern perlu mampu mendukung berbagai jenis workload.
Di lingkungan manufacturing APCC2, infrastructure digunakan untuk mendukung berbagai workload, mulai dari ERP/database, backup hingga AI/analytics.
Prinsip yang sama relevan bagi perusahaan di Indonesia.
Perencanaan storage dan Data Center Infrastructure sebaiknya tidak hanya didasarkan pada kapasitas dalam TB, tetapi juga mempertimbangkan workload, performance, availability, scalability, data protection dan pertumbuhan kebutuhan bisnis.
4. AI Workload Mendorong Kebutuhan Infrastruktur Baru
Salah satu perkembangan yang terlihat adalah meningkatnya kebutuhan server untuk AI workload, termasuk penggunaan GPU, khususnya NVIDIA, sebagai salah satu komponen penting dalam AI server.
Namun, membangun AI Infrastructure bukan sekadar menambahkan GPU ke dalam server.
Perusahaan perlu mempertimbangkan keseluruhan architecture yang mendukung workload tersebut, termasuk:
Compute • GPU • Storage • Networking • Power & Cooling • Data Center Infrastructure
Karena itu, desain AI Infrastructure sebaiknya dimulai dari pemahaman mengenai AI workload dan business use case yang akan dijalankan.
5. Memulai AI Tidak Harus dari Infrastruktur Berskala Sangat Besar
Salah satu insight yang paling relevan bagi perusahaan Indonesia adalah bahwa adopsi AI tidak selalu harus dimulai dengan membangun supercomputer atau AI Infrastructure berskala sangat besar.
Pendekatan yang lebih terukur adalah menentukan terlebih dahulu use case AI yang dapat memberikan dampak nyata terhadap operasional dan efisiensi bisnis, kemudian merancang infrastructure berdasarkan kebutuhan workload tersebut.
Infrastructure selanjutnya dapat dikembangkan secara bertahap mengikuti pertumbuhan workload dan kebutuhan perusahaan.
Dari AI Use Case Menuju AI-Ready Infrastructure
Bagi perusahaan yang mulai mempertimbangkan implementasi AI, pertanyaan pertama sebaiknya bukan hanya:
“Server AI apa yang harus kami beli?”
Tetapi:
“AI workload apa yang ingin kami jalankan dan business outcome apa yang ingin kami capai?”
Setelah workload dan use case ditentukan, perusahaan dapat merencanakan kebutuhan compute, GPU, storage, networking, power, cooling serta Data Center Infrastructure yang sesuai.
Pendekatan ini membantu perusahaan membangun AI-ready infrastructure secara lebih terukur dan sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Konsultasi Server dan AI Infrastructure untuk Perusahaan
Multipro.id | PT Multipro Jaya Prima, sebagai Authorized Partner Dell Technologies, membantu perusahaan merencanakan dan menyediakan solusi Enterprise IT Infrastructure, Data Center Infrastructure, Cyber Security, Enterprise Networking dan AI Infrastructure sesuai kebutuhan workload dan pertumbuhan bisnis.
Untuk kebutuhan Dell PowerEdge Server, Storage, Data Center Infrastructure maupun AI Infrastructure, tim Multipro.id dapat membantu melakukan assessment awal sebelum menentukan solusi dan konfigurasi yang sesuai.
WhatsApp Business: +62 877-7504-1808
Email: sales@multipro.co.id
Website: multipro.id | multipro.co.id
Berikut adalah 5 Insight dari dell technologies
https://multipro.co.id/5-insight-dari-dell-technologies/
0 Comments